Tampilkan postingan dengan label FISIKA.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIKA.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2011

Alat Optik

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.

Teropong Bintang

Bintang-bintang di langit yang letaknya sangat jauh tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata. Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat bintang atau objek yang letaknya sangat jauh.

Teropong terdiri atas dua lensa cembung, sebagaimana mikroskop. Pada teropong jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler (fob > fok). Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi agar tidak cepat lelah karena teropong digunakan untuk mengamati bintang selama berjam-jam. Dengan mata tidak berakomodasi, bayangan lensa objektif harus terletak di titik fokus lensa okuler. Dengan demikian, panjang teropong (atau jarak antara kedua lensa) adalah

d = fob + fok

dimana fob adalah jarak fokus lensa objektif dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Adapun perbesaran P yang dihasilkan oleh teropong adalah

pers10

Alat Optik

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.

Mikroskop

Perbesaran bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan lup yang hanya menggunakan sebuah lensa cembung kurang maksimal dan terbatas. Untuk mendapatkan perbesaran yang lebih besar diperlukan susunan alat optik yang lebih baik. Perbesaran yang lebih besar dapat diperoleh dengan membuat susunan dua buah lensa cembung. Susunan alat optik ini dinamakan mikroskop yang dapat menghasilkan perbesaran sampai lebih dari 20 kali.

Sebuah mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). lensa yang dekat dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif, sedangkan lensa yang dekat mata dinamakan lensa okuler. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak fokus lensa objektif.

mikroskop dan bagian-bagiannya

mikroskop dan bagian-bagiannya

pembentukan bayangan pada mikroskop

pembentukan bayangan pada mikroskop

Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.

Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah

pers062Dimana Pob adalah perbesaran lensa objektif, s’ob adalah jarak bayangan lensa objektif dan sob adalah jarak objek di depan lensa objektif.

Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai berikut.

pers072

untuk mata berakomodasi maksimum


pers08

untuk mata tidak berakomodasi


Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata normal sn = 25 cm), dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Jadi,

P = Pob × Pok

Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:

(1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d). panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok).

d = s’ob + sok

(2) menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan

s’ok = −sn

(3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). Jadi, dapat dituliskan

sok = fok

Alat Optik

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.

Kaca Pembesar

Kaca pembesar atau lup digunakan untuk melihat benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung. Lup menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif untuk memperbesar objek menjadi bayangan sehingga dapat dilihat dengan jelas.

180px-magnifying_glass2Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semacam ini objek harus berada di depan lensa dan terletak diantara titik pusat O dan titik fokus F lensa. untuk menghasilkan bayangan yang diinginkan, lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tidak berakomodasi.

Lup dapat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan. Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk harus tepat berada di titik dekat mata (s’ = sn = jarak titik dekat mata).

lup3-300x105Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah

pers09Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.

Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).

lup2-300x2041Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi adalah

pers051Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.

Alat Optik

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.

Mata

Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.

Bagian-bagian mata

Bagian-bagian mata

Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.

Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata.

daya akomodasi mata

daya akomodasi mata

Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.

Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.

Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).

Rabun Jauh dan Cara Memperbaikinya

Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga).

Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif

miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif

Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.

pers01pers02Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s’ adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.

Rabun Dekat dan Cara Memperbaikinya

Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).

Cacat mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif

hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif

Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.

pers011pers03Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s’ adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.

Dimensi

Contoh diagram dimensi ruang: 0-D(imensi), 1-D, 2-D, 3-D dan 4-D

Dalam penggunaan umum, dimensi berarti parameter atau pengukuran yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sifat-sifat suatu objek—yaitu panjang, lebar, dan tinggi atau ukuran dan bentuk. Dalam matematika dan fisika, dimensi adalah parameter yang dibutuhkan untuk menggambarkan posisi dan sifat-sifat objek dalam suatu ruang. Dalam konteks khusus, satuan ukur dapat pula disebut "dimensi"—meter atau inci dalam model geografi, atau biaya dan harga dalam model ekonomi.

Sebagai contoh, untuk menggambarkan suatu titik pada bidang (misalnya sebuah kota pada peta) dibutuhkan dua parameter— lintang dan bujur. Dengan demikian, ruang bersangkutan dikatakan berdimensi dua, dan ruang itu disebut sebagai bersifat dua dimensi.

Menggambarkan posisi pesawat terbang (relatif terhadap bumi) membutuhkan sebuah dimensi tambahan (ketinggian), maka posisi pesawat terbang tersebut dikatakan berada dalam ruang tiga dimensi (sering ditulis 3D). Jika waktu ditambahkan sebagai dimensi ke-4, "kecepatan" pesawat terbang tersebut dapat dihitung dengan membandingkan waktu pada dua sembarang posisi.


Dimensi fisis

Dimensi fisis adalah parameter-parameter yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan di manakah dan bilamanakah sesuatu terjadi; misalnya: Kapankah Napoleon meninggal? — Pada tanggal 5 Mei 1821 di pulau Saint Helena (15°56′LS 5°42′BB). Dimensi fisis memainkan peran mendasar dalam persepsi seseorang terhadap sekitarnya.

Dimensi ruang

Teori-teori fisika klasik mendeskripsikan tiga dimensi fisis: dari titik tertentu dalam ruang, arah pergerakan dasar yang mungkin adalah ke atas atau ke bawah, ke kiri atau ke kanan, dan ke depan atau ke belakang. Sembarang pergerakan dapat diungkapkan dengan hanya tiga dimensi tersebut.

Bergerak ke bawah samalah dengan bergerak ke atas secara negatif. Bergerak diagonal ke depan atas samalah dengan bergerak dengan kombinasi linear ke depan dan ke atas. Dimensi fisis ruang dapat dinyatakan paling sederhana sebagai berikut: suatu garis menggambarkan satu dimensi, suatu bidang datar menggambarkan dua dimensi, dan sebuah kubus menggambarkan tiga dimensi. (Lihat Sistem koordinat Cartesian.)

Waktu

Waktu sering disebut sebagai "dimensi keempat".Hal ini menyediakan jalan bagi pengukuran perubahan aspek-aspek fisika. Hal ini dilihat secara berbeda bahwa dari tiga dimensi spasial hanya ada satu dimensi, dan pergerakannya terlihat selalu memiliki nilai pasti dan sejajar dengan waktu (searah).

Persamaan-persamaan yang digunakan oleh ahli fisika untuk menyatakan model realitas seringkali tidak memperlakukan waktu sebagaimana manusia memandangnya.Misalnya, persamaan klasikal mekanik yang adalah T-simetri (bersimetri dengan waktu) dengan persamaan dari mekanika kuantum sebenarnya bersimetri jika waktu dan kuantitas lain (seperti C-simetri (charge)) dan fisika paritas dibalikkan.Pada model ini, persepsi waktu mengalir kesatu arah adalah artefak dari hukum-hukum termodinamika.(Kita melihat waktu mengalir kearah peningkatan (entropi).

Orang yang paling terkenal memandang waktu sebagai dimensi adalah Albert Einstein dengan teori relativitas umum yang memandang ruang dan waktu sebagai bagian dari dimensi ke empat.

Dimensi tambahan

Teori fisika seperti teori untai (string theory) meramalkan bahwa ruang tempat kita hidup sesungguhnya memiliki banyak dimensi (sering disebutkan 10, 11, atau 26), namun semesta yang diukur pada dimensi-dimensi tambahan ini berukuran subatom. Akibatnya, kita hanya mampu mencerap ketiga dimensi ruang yang memiliki ukuran makroskopik.

Satuan

Dalam ilmu-ilmu fisis dan teknik, dimensi suatu besaran fisika adalah ekspresi atas kelas satuan fisika besaran tersebut. Contohnya, dimensi kecepatan adalah panjang dibagi waktu. Dalam sistem SI, dimensi dimiliki oleh tujuh besaran dasar. Lihat Analisis dimensi.

Dimensi matematika

Dalam matematika, tidak ada satu pun definisi yang mencukupi untuk menyatakan konsep dalam segala situasi yang digunakan. Konsekuensinya, matematikawan membagi sejumlah definisi dimensi ke dalam tipe-tipe yang berbeda. Semuanya didasarkan pada konsep dimensi Euclides beruang-n, E n.

  • Titik E 0 adalah dimensi-0,
  • Garis E E 1 adalah dimensi-1,
  • Bidang E 2 adalah dimensi-2,

dan secara rampat, E n adalah dimensi-n.

Jumat, 15 April 2011

FISIKA X

FISIKA : ALL ABOUT BESARAN POKOK DAN TURUNAN

1.1. Besaran Dimensional

Fisika merpakan cabang ilmu pengetahuan yang memerlukan banyak sekali pengukuran – pengukuran, misalnya: panjang, luas, berat, massa, kecepatan, waktu dan lain-lain. Semua besaran fisika dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok, yaitu :
- Panjang;
- Massa;
- Waktu.
Yang dimaksud dengan dimensi besaran ialah cara besaran itu disusun oleh besaran pokok, misalnya:

- panjang : dapat dinyatakan dalam km, dam, m, dm, cm dsb, yaitu besaran satuan yang dapat diubah kelain satuan yang sama dimensinya.


1.2. Besaran Pokok

Besaran panjang memakai simbol [ L ]
Besaran massa memakai simbol [ M ]
Besaran waktu memakai simbol [ T ]


Tanda [] menunjukkan dimensi yang tidak dilengkapi dengan bilangan – bilangan.

Persamaan dimensi untuk:

1. Besaran Volume
Silinder yang jari –jarinya = r dan tinggi = h, maka:
Volume = πr2h dimana π : tidak mempunyai dimensi, r dan h merupakan dimensi panjang [L]
Maka persamaan menjadi:

[Volume]=[L2][l] à [Volume]= [L3]


2. Besaran Percepatan
Percepatan = laju/waktu = (jarak/waktu)/waktu = jarak/(waktu)2
Persamaan menjadi :
[Percepatan]= [L]/[T]2 = [L][T-2]=[LT-2]


3. Besaran energi kinetik: (Ek)
E=½mv2 à dimensi m (massa)=[M]
Dimensi v (kecepatan)= [L2T-2]


4. Besaran Gaya : (F)

F=m.a à dimensi m= [M]

Dimensi a= [LT-2]

Persamaan menjadi :

[Gaya]= [M] [LT-2] =[MLT-2]

5. Besaran Usaha (W)

Usaha = hasil gaya dan perpindahan gaya

W= F.s à dimensi F=[MLT-2]

Dimensi s=(jarak)=[L]

Persamaan menjadi :

[Usaha]= =[MLT-2][L] = [ML2T-2]



1.3. Sistem Satuan

Ada tiga sistem satuan yang biasa dipakai, yaitu:

- Sistem mks : ( meter – kilogram – sekon)

- Sistem cgs : (centimeter – gram – sekon)

- Sistem fps : (foot – pound – sekon)

Pada tahun 1960 diresmikan suatu sistem yang pemakaiannya secara internasional dan dinamakan satuan sistem internasional (SI), yang merupakan sistem mks.

Satuan dalam Sistem nternasional

Besaran
Satuan
Lambang Satuan
Lambang Dimensi

Panjang
Meter
N
L

Massa
Kilogran
Kg
M

Waktu
Sekon/detik
S(t)
T

Arus listrik
Ampere
A
I

Suhu
Kelvin
K
Ó¨

Intensitas cahaya
Kandela
Cd
J

Jumlah zat
Mole
Mol
N




1.4. Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang terbentuk dari besaran – besaran pokok. Misalnya :

- Luas = m2

- Volume = m3

- Kecepatan = m/det2

- Massa jenis = kg/m3

- Berat = kg.m/det2

Beberapa besaran dalam Satuan Internasional

Besaran
Satuan
Lambang

Gaya
Newton
N

Energi
Joule
J

Daya
Watt
W

Tekanan
Pascal
Pa

Frekuensi
Hertz
Hz

Muatan Listrik
Coulumb
C

Beda Potensial
Volt
V

Hambatan Listrik
Ohm
Ω

Kapasitas Kapasitor
Farad
F

Fluks Magnet
Weber
Wb

Induksi Magnet
Tesla
T

Induktansi
Henry
H

Fluks Cahaya
Lumen
Ln

Kuat Penerangan
Lux
lx




Beberapa tetapan dalam fisika :

Percepatan gravitasi (g) = 9,80 m/det2
Tetapan gravitasi (G) = 6,67 x 10-11 newton.m2/kg2
Tetapan gas ideal (R) = 8316,96 joule/kg.moloK
Tetapan Boltzmann (k) = 1,38042x 10-23 joule/oK
Tetapan Stefan Boltzmann (σ) = 5,687 x10-8 joule/ m2.det oK4
Volume normal gas ideal (Vo)= 22,4m3/kg.mol


1.5. Penetapan Satuan Standard

1.Sistem mks

a. Satuan Panjang

Satuan mks untuk panjang adalah meter (m). Satu meter standar ditetapkan sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang cahaya orange (merah jingga) di dalam spektrum isotop krypton yang massa atomnya 86.

Satuan metrik lainnya :

1 km = 103m 1 cm = 10-2m

1 hm = 102m 1 mm = 10-3m

1 dam = 10m 1 mikrometer = 10-6m

1 dm = 10-1m 1 nanometer = 10-9 m



Singkatan – singkatan sistem metrik

Nama
Simbol
Faktor

Atto
A
10-18

Femko
F
10-15

Piko
P
10-12

Nano
N
10-9

Mikro
Μ
10-6

Mili
M
10-3

Centi
C
10-2

Deci
D
10-1

Kilo
K
103

Mega
M
106

Giga
G
109

Tera
T
1012




b. Satuan Massa

Massa adalah banyaknya zat yang dikandung oleh suatu benda. Satuan mks untuk massa adalah kilogram (kg). Satu kilogram standar ditetapkan sam dengan massa sebuah silinder platina iridium. Massa adalah ukuran besarnya kelembaban benda, sedangkan berat benda adalah gaya gravitasi. Massa dan berat mempunyai dimensi yang berlainan.

Satuan massa lainnya:

1 ton =103 kilogram

1 kg = 101 hektogram

1 kg = 102 dekagram

1 kg = 103 gram

1 kg = 104 desigram

1 kg = 105 centigram

1 kg = 106 miligram

1 kg = 109 mikrogram



c. Satuan Waktu

Satuan mks untuk waktu adalah sekon (detik). Satu detik standar ditetapkan sama dengan waktu yang diperlukan atom cesium untuk bergerak sebanyak : 9.192.631.770 kali.



2.Sistem cgs

Perbedaan sistem cgs dengan sistem mks adalah dala pemakaian centimeter dan gram yang merupakan satuan kelipatan dari meter dan kilogram. Sistem mks dan cgs disebut sistem metrik absolut.



3.Sistem fps

Sistem fps didasarkan pada gaya (F): panjang (L) dan waktu (T).

Satuan gaya adalah pound.

(1 pound = (1/ 2,2046)x gaya gravitasi terhadap kilogram standar internasional apabila ia ditimbang di suatu tempat di mana percepatan gravitasinya = 32,174 ft/det2).

Satuan panjang adalah foot.

(1 foot = 1200 / 3937 meter)

Sistem fps dinamakan sistem gravitasi Inggris.

FISIKA : ALL ABOUT BESARAN POKOK DAN TURUNAN

1.1. Besaran Dimensional

Fisika merpakan cabang ilmu pengetahuan yang memerlukan banyak sekali pengukuran – pengukuran, misalnya: panjang, luas, berat, massa, kecepatan, waktu dan lain-lain. Semua besaran fisika dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok, yaitu :
- Panjang;
- Massa;
- Waktu.
Yang dimaksud dengan dimensi besaran ialah cara besaran itu disusun oleh besaran pokok, misalnya:

- panjang : dapat dinyatakan dalam km, dam, m, dm, cm dsb, yaitu besaran satuan yang dapat diubah kelain satuan yang sama dimensinya.


1.2. Besaran Pokok

Besaran panjang memakai simbol [ L ]
Besaran massa memakai simbol [ M ]
Besaran waktu memakai simbol [ T ]


Tanda [] menunjukkan dimensi yang tidak dilengkapi dengan bilangan – bilangan.

Persamaan dimensi untuk:

1. Besaran Volume
Silinder yang jari –jarinya = r dan tinggi = h, maka:
Volume = πr2h dimana π : tidak mempunyai dimensi, r dan h merupakan dimensi panjang [L]
Maka persamaan menjadi:

[Volume]=[L2][l] à [Volume]= [L3]


2. Besaran Percepatan
Percepatan = laju/waktu = (jarak/waktu)/waktu = jarak/(waktu)2
Persamaan menjadi :
[Percepatan]= [L]/[T]2 = [L][T-2]=[LT-2]


3. Besaran energi kinetik: (Ek)
E=½mv2 à dimensi m (massa)=[M]
Dimensi v (kecepatan)= [L2T-2]


4. Besaran Gaya : (F)

F=m.a à dimensi m= [M]

Dimensi a= [LT-2]

Persamaan menjadi :

[Gaya]= [M] [LT-2] =[MLT-2]

5. Besaran Usaha (W)

Usaha = hasil gaya dan perpindahan gaya

W= F.s à dimensi F=[MLT-2]

Dimensi s=(jarak)=[L]

Persamaan menjadi :

[Usaha]= =[MLT-2][L] = [ML2T-2]



1.3. Sistem Satuan

Ada tiga sistem satuan yang biasa dipakai, yaitu:

- Sistem mks : ( meter – kilogram – sekon)

- Sistem cgs : (centimeter – gram – sekon)

- Sistem fps : (foot – pound – sekon)

Pada tahun 1960 diresmikan suatu sistem yang pemakaiannya secara internasional dan dinamakan satuan sistem internasional (SI), yang merupakan sistem mks.

Satuan dalam Sistem nternasional

Besaran
Satuan
Lambang Satuan
Lambang Dimensi

Panjang
Meter
N
L

Massa
Kilogran
Kg
M

Waktu
Sekon/detik
S(t)
T

Arus listrik
Ampere
A
I

Suhu
Kelvin
K
Ó¨

Intensitas cahaya
Kandela
Cd
J

Jumlah zat
Mole
Mol
N




1.4. Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang terbentuk dari besaran – besaran pokok. Misalnya :

- Luas = m2

- Volume = m3

- Kecepatan = m/det2

- Massa jenis = kg/m3

- Berat = kg.m/det2

Beberapa besaran dalam Satuan Internasional

Besaran
Satuan
Lambang

Gaya
Newton
N

Energi
Joule
J

Daya
Watt
W

Tekanan
Pascal
Pa

Frekuensi
Hertz
Hz

Muatan Listrik
Coulumb
C

Beda Potensial
Volt
V

Hambatan Listrik
Ohm
Ω

Kapasitas Kapasitor
Farad
F

Fluks Magnet
Weber
Wb

Induksi Magnet
Tesla
T

Induktansi
Henry
H

Fluks Cahaya
Lumen
Ln

Kuat Penerangan
Lux
lx




Beberapa tetapan dalam fisika :

Percepatan gravitasi (g) = 9,80 m/det2
Tetapan gravitasi (G) = 6,67 x 10-11 newton.m2/kg2
Tetapan gas ideal (R) = 8316,96 joule/kg.moloK
Tetapan Boltzmann (k) = 1,38042x 10-23 joule/oK
Tetapan Stefan Boltzmann (σ) = 5,687 x10-8 joule/ m2.det oK4
Volume normal gas ideal (Vo)= 22,4m3/kg.mol


1.5. Penetapan Satuan Standard

1.Sistem mks

a. Satuan Panjang

Satuan mks untuk panjang adalah meter (m). Satu meter standar ditetapkan sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang cahaya orange (merah jingga) di dalam spektrum isotop krypton yang massa atomnya 86.

Satuan metrik lainnya :

1 km = 103m 1 cm = 10-2m

1 hm = 102m 1 mm = 10-3m

1 dam = 10m 1 mikrometer = 10-6m

1 dm = 10-1m 1 nanometer = 10-9 m



Singkatan – singkatan sistem metrik

Nama
Simbol
Faktor

Atto
A
10-18

Femko
F
10-15

Piko
P
10-12

Nano
N
10-9

Mikro
Μ
10-6

Mili
M
10-3

Centi
C
10-2

Deci
D
10-1

Kilo
K
103

Mega
M
106

Giga
G
109

Tera
T
1012




b. Satuan Massa

Massa adalah banyaknya zat yang dikandung oleh suatu benda. Satuan mks untuk massa adalah kilogram (kg). Satu kilogram standar ditetapkan sam dengan massa sebuah silinder platina iridium. Massa adalah ukuran besarnya kelembaban benda, sedangkan berat benda adalah gaya gravitasi. Massa dan berat mempunyai dimensi yang berlainan.

Satuan massa lainnya:

1 ton =103 kilogram

1 kg = 101 hektogram

1 kg = 102 dekagram

1 kg = 103 gram

1 kg = 104 desigram

1 kg = 105 centigram

1 kg = 106 miligram

1 kg = 109 mikrogram



c. Satuan Waktu

Satuan mks untuk waktu adalah sekon (detik). Satu detik standar ditetapkan sama dengan waktu yang diperlukan atom cesium untuk bergerak sebanyak : 9.192.631.770 kali.



2.Sistem cgs

Perbedaan sistem cgs dengan sistem mks adalah dala pemakaian centimeter dan gram yang merupakan satuan kelipatan dari meter dan kilogram. Sistem mks dan cgs disebut sistem metrik absolut.



3.Sistem fps

Sistem fps didasarkan pada gaya (F): panjang (L) dan waktu (T).

Satuan gaya adalah pound.

(1 pound = (1/ 2,2046)x gaya gravitasi terhadap kilogram standar internasional apabila ia ditimbang di suatu tempat di mana percepatan gravitasinya = 32,174 ft/det2).

Satuan panjang adalah foot.

(1 foot = 1200 / 3937 meter)

Sistem fps dinamakan sistem gravitasi Inggris.